Rizky Ridho Dicoret dari Timnas Indonesia, Herdman Uji Kedalaman Bek Garuda

Bandung, 19 Agustus 2026 – Nama Rizky Ridho tidak masuk dalam daftar sementara 26 pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Keputusan pelatih John Herdman ini, jika dikonfirmasi, menjadi eksperimen taktis terbesar Garuda tanpa bek sekaligus kapten keduanya yang selama ini menjadi pilar pertahanan. Daftar tersebut, yang beredar sejak Selasa (18/8) namun belum diumumkan resmi PSSI, memunculkan pertanyaan krusial: apakah Indonesia terlalu bergantung pada Ridho, atau justru memiliki kedalaman bek yang siap menggantikannya?

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan mengungkapkan, pencoretan Ridho bukan sekadar rotasi biasa. “Ini bukan soal dicadangkan, tapi benar-benar dicoret. Herdman ingin melihat apakah tim bisa tetap solid tanpa sosok yang selama ini jadi penentu ritme pertahanan,” ujarnya kepada Medcom. Absennya bek Persija Jakarta ini meninggalkan lubang bukan hanya di lini belakang, tapi juga dalam aspek kepemimpinan dan komunikasi antarpemain.

Ridho, yang mengakui kesalahannya saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026, menjadi titik balik keputusan Herdman. Kekalahan tersebut mengekspos kerapuhan pertahanan Garuda, meski sebelumnya tim meraih dua kemenangan telak atas Kamboja dan Singapura. “Saya bertanggung jawab atas kesalahan itu. Evaluasi harus dilakukan agar tidak terulang,” kata Ridho pasca-laga, menunjukkan sikap kapten yang memahami konsekuensi performa.

Tanpa Ridho, Herdman masih memiliki opsi berkualitas seperti Jay Idzes, Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Namun, kehilangan sosok yang memahami dinamika tim nasional dalam tekanan pertandingan internasional bukan hal mudah. Jay Idzes, sebagai kapten utama, diprediksi akan memikul tanggung jawab lebih besar. “Jay harus jadi pengatur garis pertahanan sekaligus pemimpin di lapangan. Tapi ia butuh partner yang saling melengkapi, entah itu Hubner, Baggott, atau Diks,” analisis Ronny.

Hubner, dengan agresivitas dan kemampuan duelnya, bisa menjadi bek yang lebih aktif menekan lawan. Sementara Baggott menawarkan keunggulan dalam duel udara, cocok jika Herdman ingin memainkan pertahanan dengan satu bek tengah dominan. Diks, dengan fleksibilitasnya, bisa menjadi senjata taktis untuk mengubah formasi tanpa banyak pergantian pemain.

Persoalan terbesar justru terletak pada aspek kepemimpinan. Ridho bukan sekadar bek, tapi figur yang terbiasa menghadapi momentum kritis, seperti saat tim kebobolan atau keputusan wasit memicu ketegangan. “Dalam pertandingan internasional, pemimpin tidak hanya memberi instruksi, tapi juga menjaga fokus tim agar tidak kehilangan organisasi,” kata Ronny. Jay Idzes dan pemain senior seperti Thom Haye atau Joey Pelupessy diharapkan bisa mengisi kekosongan ini.

Daftar sementara yang beredar juga menunjukkan Herdman lebih mengandalkan pemain yang berkarier di luar negeri. Dari 26 nama, hanya sekitar 10 pemain dari kompetisi domestik. Ini mencerminkan keinginan pelatih untuk meningkatkan persaingan internal. “Herdman seolah ingin menunjukkan bahwa setiap pemain harus mempertahankan tempatnya melalui performa, bahkan yang sebelumnya dianggap tak tergantikan,” tambah Ronny.

FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober, akan menjadi ujian nyata. Garuda berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Turnamen ini menjadi kesempatan untuk bangkit setelah gagal mencapai semifinal Piala AFF 2026. “Tanpa Ridho, fase grup bisa jadi jawaban apakah pertahanan Indonesia sudah cukup dalam. Jika Jay dan yang lain bisa menjaga stabilitas, Herdman punya bukti tim tidak lagi bergantung pada satu kombinasi bek,” ujar Ronny.

Bagi Ridho sendiri, pencoretan ini bisa menjadi momen reset. Ia masih memiliki kesempatan untuk kembali jika menunjukkan performa konsisten di level klub. “Respons terbaik adalah memperlihatkan kualitas di lapangan. Konsistensi dan kemampuan memimpin pertahanan akan jadi argumen kuat untuk kembali ke Timnas,” kata Ronny.

Sampai PSSI mengumumkan daftar resmi, semua analisis masih bersifat spekulatif. Namun, jika Ridho benar-benar absen, Herdman bukan hanya mengganti seorang bek, tapi menguji kedewasaan Timnas Indonesia tanpa salah satu pemimpin lini belakangnya. Jawabannya akan menentukan apakah Garuda sudah siap hidup tanpa Ridho, atau justru membuktikan betapa tak tergantikannya sosoknya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *