Herdman Wajib Rekrut Gelandang Bertahan Berkualitas, Persib Bisa Jadi Solusi?

Bandung – Pelatih Timnas Indonesia, Simon Alexander Herdman, dihadapkan pada tantangan berat jelang FIFA ASEAN Cup 2026. Analisis dari akun X @Centongsega_ (kalong) mengungkapkan bahwa grup yang dihadapi Garuda bukan hanya soal kualitas lawan, tetapi juga karakter, mentalitas, dan kematangan taktik. Perbandingan pemain seperti Beckham Putra vs Juan Mata, Gakuto Notsuda vs Song Min-kyu, hingga Sandy Walsh vs Khuat Van Khang menunjukkan ketimpangan yang perlu segera diatasi.

Salah satu sorotan utama adalah ketiadaan gelandang bertahan (DM) berkualitas. Dalam unggahannya, kalong menegaskan, *”Kita butuh DM berkualitas ga sih? Soalnya serangan pasti lebih berbahaya daripada di liga.”* Pernyataan ini sejalan dengan keputusan Herdman yang mencoret 15 pemain, termasuk Rizky Ridho dan Marc Klok, jelang turnamen tersebut. Padahal, posisi DM menjadi krusial untuk mengendalikan tempo permainan dan melindungi lini belakang.

Solusi yang diusulkan kalong pun menarik: merekrut Joey Pelupessy. *”Kalo mau keluarin duit banyak ya tebus si Joey Pelupessy, aman udah,”* tulisnya. Pelupessy, yang kini bermain untuk Persib Bandung, dikenal sebagai gelandang bertahan tangguh dengan visi permainan yang tajam. Kehadirannya bisa menjadi jawaban atas kebutuhan Timnas, sekaligus mengurangi beban Persib yang tengah fokus membangun chemistry jelang playoff ACL 2.

Namun, Herdman tampaknya masih enggan memanggil Pelupessy. Padahal, Persib sendiri tengah memprioritaskan rotasi pemain untuk menghadapi jadwal padat Liga 1 2025/2026. Tanpa Pelupessy, Timnas harus bergantung pada pemain seperti Beckham Putra atau Egy Maulana Vikri yang lebih berperan sebagai playmaker ketimbang destroyer.

Selain DM, kalong juga menyoroti urgensi kiper cadangan yang bisa bersaing dengan Teja Paku Alam. *”Urgent mh kiper saingan Teja om wkwk,”* ujarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa lini belakang Timnas masih rapuh, terutama jika Teja mengalami cedera atau penurunan performa.

Dengan grup yang dipenuhi lawan tangguh, Herdman harus segera mengambil langkah strategis. Apakah akan merekrut pemain baru, atau justru memaksimalkan potensi pemain lokal seperti Pelupessy? Satu hal yang pasti: ASEAN Cup 2026 akan menjadi ujian berat bagi Garuda, dan setiap keputusan Herdman akan menentukan nasib tim di turnamen tersebut.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *